Bagaimana Cara Blog Gratis Pemula Menang Lomba?

tips menang lomba blog

Masih pemula? Blognya masih gratisan? Tapi, pengen menang lomba blog?

Bisa, tenang aja. Kesempatan untuk menjadi pemenang selalu terbuka untuk siapa aja kok sebenernya.

Menjadi pemenang bukan cuma untuk pemain lama atau blogger profesional dengan domaindotcom nya aja.

“Kok bisa ngomong kaya gitu?”

Bisa dong karena saya mengalaminya sendiri, kamu pun juga bisa dapet kesempatan yang sama.

Gini Ceritanya Menang Lomba Blog

Masterweb mengadakan lomba blog season 2 taun 2020 lalu yang temanya tentang “Bangkitnya Semangat UKM Indonesia”.

Sebenernya agak bingung sih waktu itu mau nulis apa dan nggak pede sendiri waktu liat temanya. Kayanya susah ketika liat temanya itu, tapi tetep ingin nyoba.

Akhirnya, untuk pertama kalinya blog ini saya ikutkan untuk lomba blog tersebut. Alhamdulillah masuk kategori “10 Peserta Beruntung Berhak Mendapatkan Hadiah Hiburan”.

Untuk pemula seperti saya, rasanya seneng banget karena blog ini bisa menang. Ini dia artikel yang menang dalam lomba blog tersebut.

Wah, Ekonomi Indonesia Merosot? Saatnya UKM Beraksi dan Perhatikan 6 Hal Ini!

Tapi Bukannya Blognya Ini Udah Lama?

Yup, blog ini memang udah ada sejak 2017 lalu. Tapi setelah bikin di taun itu cuma keisi sekitar 3 atau 5 artikel aja, lalu setelah itu mandeg nggak nulis lagi di blog.

Kenapa mandeg? Bingung mau nulis apa, hilang motivasi, dan emang nggak tau gimana sih nulis blog yang menarik. Kamu yang pemula gitu juga nggak?

Kalo iya, lanjut membaca sampai selesai ya! Mungkin kamu akan menemukan motivasi dan semangat lagi.

Sampe pada akhirnya saya ikut Certified Impactful Writer yang diadakan oleh ImpactfulWriting.com bulan Juli 2020 lalu.

Dengan ikut itu, saya sebagai peserta diminta untuk ngerjain tugas sebagai syarat kelulusan sertifikasi, yang tugasnya adalah bikin artikel di blog.

Alhamdulillah, sejak itu blog ini mulai terisi lagi sedikit-sedikit.

Selain itu dengan ikutan Certified Impactful Writer yang dimentorin sama Kadika, bikin saya terinspirasi, nemuin motif dan semangat untuk menulis dan juga mengaktifkan blog ini.

Kalo Dorongan untuk Ikut Lombanya Darimana?

Waktu saya masih jadi peserta Certified Impactful Writer, Kadika pernah bilang gini…

“Ikut lomba aja, supaya blognya semakin dikenal dan untuk latihan juga. Meskipun masih pake blog gratis dari WordPress dan Blogger tetep bisa ikut.”

Kurang lebih kalimatnya kaya gitu dan itu masih keinget sampe sekarang. Ketika inget kalimat itu, saya jadi lebih termotivasi dan pede untuk ikut lomba.

Ilmu-ilmu yang diperoleh dari Certified Impactful Writer juga berguna banget untuk bikin konten lebih menarik lagi.

Dan tentunya dari situ pula saya belajar nulis artikel untuk blog yang menarik dan berkualitas.

Materi yang diberikan memang mengupas banyak hal dan resep-resep meramu sebuah konten yang menarik.

Artikel yang menarik bukan cuma yang pake teknik copywriting dan content writing aja. Tapi teknik-teknik yang impactful.

Oh iya, ImpactfulWriting nggak cuma ngadain program Certified Impactful Writer aja tapi ada juga program supernya alias Super Impactful Writer. Kalo kamu kepo langsung klik aja ya linknya!

Sekarang Tips Menang Lomba Blognya Apa?

Oke, sekedar mau berbagi pengetahuan dan pengalaman yang baru aja dialami nih.

Ada enam tips langkah-langkah yang bisa kamu lakukan kalo kamu mau ikut lomba blog.

1. Perhatikan Ketentuan Lomba dengan Baik

Ketika kamu mau ikut lomba, baca dengan teliti apa aja sih yang menjadi ketentuan untuk bisa ikutan lomba.

Pastikan kamu memenuhi semua syarat dan ketentuannya itu, jangan ada yang terlewat ya.

Setelah itu jangan lupa juga kamu baca kriteria penilaian lomba. Sebisa mungkin kamu penuhi kriteria penilaiannya.

“Tapi kalo ada kriterianya diminta engagement tinggi gimana?”

Meskipun kamu pemula, jangan nyerah dulu dengan kriteria semacam ini. Kamu bisa share artikel lomba yang udah kamu buat ke semua media sosialmu untuk memperoleh engagement.

2. Buat Konten yang Bener-Bener Sesuai dengan Tema Lomba

Setelah tau apa tema lombanya, tentukan kamu mau nulis apa. Tulislah sesuatu yang memang ada hubungannya dengan tema yang diangkat.

“Kalo bingung, apa boleh tema jadi judul?”

Hmm, bisa aja kok. Berdasarkan pengalaman saya, juara lomba blog lain ada yang membuat judul mirip dengan tema tapi nggak sama persis.

Karena ini adalah lomba, angkatlah sebuah judul yang mengandung sudut pandang yang unik.

3. Tulis Artikel Semenarik Mungkin

Kalo udah tau judulnya mau apa, tulis artikel semenarik mungkin.

“Artikel yang menarik emang gimana sih?”

Artikel yang menarik adalah yang mencuri perhatian dan bikin penasaran audience. Selain itu isi dari artikelnya bisa memuaskan rasa penasaran audience.

Buat bagian ini, sebaiknya kamu juga perlu banyak belajar dari pada blogger yang udah hits atau udah banyak juara.

Coba aja belajar dengan baca-baca artikel mereka. Kamu akan tau apa aja sih yang bikin artikel mereka menarik.

4. Riset, Riset, dan Riset

Nah, kalo kamu bingung mau nulis apaan seperti yang saya alami, kamu bisa riset dulu dengan banyak baca.

Cari bahan bacaan yang memang ada hubungannya dengan tema lomba yang diangkat. Darimana aja sumbernya?

Bisa dari buku, e-book atau sumber-sumber lain yang terpercaya dari internet.

Pastiin sumber yang kamu baca memang terpercaya dan penuh gizi. Bahan bacaan ibarat makanan, kalo bergizi akan membantu kamu menghasilkan karya tulisan yang bergizi pula.

Selama masih bisa riset, apapun tema lombanya sebenernya nggak jadi halangan lho.

Ini juga bagian ilmu yang saya dapet dari Certified Impactful Writer. Riset itu memang penting untuk seorang penulis.

Kalo ingin menulis suatu hal yang nggak kita kuasai, ya tinggal riset aja lalu kamu racik dan kemas tulisanmu dengan lezat dan menarik.

5. Pastikan Artikel yang Kamu Buat Enak Dibaca

Beres ngetik artikel, jangan lupa untuk kamu cek ulang artikel yang udah kamu buat. Cek berulang kali kalo perlu.

Ketika mau ngecek tulisan, enaknya sih ada jeda dulu. Biar otakmu bisa istirahat dulu dan lebih fresh ketika mau ngecek tulisannya.

Biasanya ketika nulis ada aja typo, kalimat yang nggak enak dibaca, keterbacaan tulisan yang nggak enak di mata, dan yang lainnya. Itulah yang harus kamu perbaiki.

Karena bisa jadi salah satu syarat atau kriteria penilaiannya adalah nggak boleh ada typo dalam tulisanmu.

6. Lebih Teliti Lagi

Ketika udah beres nulisnya dan tinggal upload artikelnya, tetep diteliti lagi ya semuanya dari awal, baik ketentuan dan juga artikelnya.

Apa kamu udah follow akun-akun media sosial pihak yang mengadakan lomba?

Atau apakah banner lombanya udah kamu pasang?

Itu beberapa contoh ketentuan lomba berdasarkan pengalaman pribadi yang juga penting untuk diperhatiin.

Itulah beberapa tipsnya. Semoga bisa bermanfaat buatmu ya!

Kalo kamu punya kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar.

Atau, kalo kamu punya pengalaman sendiri yang mau dibagikan boleh banget kamu sampein aja.

Biar kamu, saya, dan juga yang lainnya bisa sama-sama belajar.

Kesimpulan

Ternyata siapapun bisa punya kesempatan menang lomba blog bahkan bagi seorang pemula sekalipun.

Kalo kamu memang pemula dan masih pake blog gratisan, tenang aja tetep ada kesempatan kok untukmu juga.

Jadikan lomba blog sebagai ajang mengasah kemampuan diri juga. Kalo menang ya syukur, tapi kalo nggak mungkin belum rezeki aja.

So, tetep semangat terus ya!

*PS:
Buat yang ingin ikut Certified Impactful Writer atau Super Impactful Writer, ayo buruan! 12 hari lagi akan ditutup.
Daftar segera supaya bisa pake promonya!
Sumber gambar: https://images.unsplash.com/photo-1486312338219-ce68d2c6f44d?ixlib=rb-1.2.1&ixid=MXwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHw%3D&auto=format&fit=crop&w=1052&q=80

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

5 Langkah Mudah Personal Branding Pemula Lewat Internet

Personal branding is the effort to communicate and present your value to the world.

PersonalBrand.com

Kalo denger tentang personal branding, apa yang langsung terlintas di benakmu?

“Ah, itumah buat pencitraan kan? Biasanya sih kaya artis, selebgram, vlogger atau mungkin buat yang mau jualan sesuatu.”

Oke, itu nggak salah sih. Tapi personal branding nggak melulu cuma buat orang-orang yang mau jualan atau jadi artis aja kok.

Ketika kamu punya sebuah keinginan untuk memperkenalkan diri kamu kepada dunia, siapa kamu, apa kemampuanmu, kamu bisa gunakan personal branding.

Emang Apa Aja Manfaat dari Personal Branding?

Kamu bisa memperkenalkan kemampuan atau skill yang kamu punya di internet. Manfaatkan lalu lintas internet untuk sukseskan personal brandingmu.

Melalui internet kamu bisa menjaring lebih banyak kenalan atau relasi. Jaman sekarang siapa sih yang jarang aktif pake internet, iya nggak?

Lalu dari relasi yang kamu punya itu kamu bisa dapet banyak informasi. Misalnya kaya informasi mengenai pekerjaan yang berhubungan dengan skillmu.

Atau kalo kamu mau menawarkan jasa atau barang di internet maka akan lebih mudah karena relasimu sudah percaya dengan personal branding yang telah kamu bangun.

Mantap nggak tuh?

Terus darimana mulainya? Ini dia langkah-langkah mudah yang bisa kamu coba meskipun kamu pemula. Baca sampe selesai ya!

1. Tentukan Tujuan

Langkah paling awal untuk personal branding adalah menentukan tujuannya. Sesuai dengan niat dan juga keinginanmu.

Memang kamu melakukan personal branding ini untuk apa sih?

Apa yang kamu inginkan atau harapkan dari personal branding?

“Apa ya? Bingung. Cuma ingin memperkenalkan diri aja sih bikin orang lain tau bahwa aku tuh gini lho!”

Tenang, wajar kalo masih pemula bingung yang terpenting adalah kamu mulai take action aja dulu.

Dengan keinginan kamu yang simple cuma mau memperkenalkan diri aja nggak apa-apa kok. Berarti kamu udah kebayang ya ingin seperti apa kamu dikenal orang lain?

Terutama dikenal orang lain secara online, karena kamu akan melakukannya melalui internet.

2. Berceritalah

Setelah kamu tau ingin seperti apa kamu dikenal, kamu bisa mulai personal branding dengan bercerita. Dimana? Di media sosialmu dulu aja.

Karena di masa seperti sekarang orang-orang hampir nggak pernah lepas dari media sosial setiap harinya.

Mau itu WhatsApp, Line, Instagram, Twitter dan TikTok. Kamu bisa manfaatin fitur status yang ada di sana untuk bercerita.

“Hah jadi curhat gitu di medsos? Lha, kan nggak baik curhat-curhat di medsos mah. Nanti bukannya dikenal baik malah dikenal tukang galau di medsos.”

Oh jelas bukan nyeritain masalah hidup, kegelisahan, kegalauan, dan hal-hal pribadi lainnya secara blak-blakan.

Cobalah untuk menuliskan hal-hal yang bermanfaat kalo dibaca orang dengan gaya bercerita. Kenapa sih harus dengan gaya bercerita atau storytelling?

Storytelling connects us, helps us make sense of the world, and communicates our values and beliefs.

Celinne Da Costa dalam Forbes

Yup, dengan cerita kamu bisa membangun koneksi dengan orang lain dan memang kebanyakan orang suka dengan cerita.

Kalo kamu nggak tau gimana cara bercerita yang enak dibaca, kamu bisa belajar dengan banyak baca tulisan-tulisan yang menarik. Lalu bisa kamu tiru cara pengemasan dan penyajiannya.

Oh iya, hal-hal yang perlu kamu ceritakan adalah hal-hal yang memang ada hubungannya personal brandingmu ya!

3. Rajin-Rajin Bikin Konten Berkualitas

Setelah kamu menyuguhkan pada followersmu di media sosial dengan cerita-cerita yang menarik, kamu bisa tambahkan membuat konten-konten yang berkualitas lainnya.

Misalnya tentang tips atau informasi-informasi penting yang memang ada hubungannya dengan keahlian yang kamu miliki.

Gimana menyajikannya? Kalo kamu menggunakan Instagram kamu bisa upload gambar, carousel, dan video.

Jangan lupa lengkapi dengan caption yang memang menarik ya! Ini bakal jadi nilai plus lho kalo captionnya juga menarik.

4. Pelajari Cara Optimasi Media Sosial

Setelah kamu membaca langkah ke dua dan ke tiga, apa kamu udah mulai kepikiran untuk menambah followersmu?

“Iya! Followersku isinya cuma orang-orang yang aku kenal aja. Aku ingin dikenal lebih banyak orang.”

Kalo gitu kamu harus belajar gimana cara optimasi media sosialmu karena bercerita dan menyajikan konten yang berkualitas aja nggak cukup.

Mulailah dengan cara-cara otimasi media sosial yang mudah dan gratis yaitu dengan cara organik.

5. Membuat Blog Sendiri

“Kenapa harus bikin blog sendiri? Apa media sosial aja nggak cukup?”

Penting banget bikin blog sendiri. ini merupakan cara supaya kamu lebih mudah ditemukan oleh mesin pencarian Mbah Google.

Jaman sekarang siapa sih yang dikit-dikit nggak googling untuk cari-cari informasi. Nyari jawaban tugas sekolah atau kuliah aja googling, iya apa iya?

Ditambah dengan membuat blog sendiri kamu bisa menyajikan lebih banyak hal di sana dengan lebih leluasa.

Kalo kamu mau nulis sesuatu, dengan blog kamu bisa bikin tulisan yang lebih informatif, mendetail, jelas, dan lebih lengkap.

Sedangkan kalo di media sosial bakal lebih terbatas kalo nulis, iya kan?

Terus dengan menggunakan blog sendiri kamu bisa mengintegrasikan blog kamu ke semua media sosial. Semua media sosial yang kamu miliki bisa kamu cantumkan juga di dalam blog.

Blog nggak cuma untuk orang yang mau jadi blogger aja kok. Blog memang berguna untuk menyukseskan personal brandingmu.

Lalu Darimana Harus Mulai Ngeblog?

Kamu bisa mulai ngeblog dengan menggunakan blog yang gratisan dulu misalnya dengan WordPress.

Untuk seseorang yang masih awam kamu perlu belajar dulu dan membiasakan diri untuk ngeblog.

Setelah kamu lebih terbiasa dengan blogging, sebaiknya kamu mulai upgrade blogmu dengan menggunakan domain dan hosting sendiri. Kenapa?

Supaya kamu bisa dikenal lebih prefesional dengan menggunakan domaindotcom bukan domain gratisan lagi.

Kamu bisa gunakan layanan Hosting Indonesia yang berbayar. Tapi kamu nggak perlu khawatir, kamu bisa pilih sesuai dengan budgetmu.

Misalnya kamu menggunakan layanan Hosting Indonesia dari Qwords. Kamu bisa dapet Hosting Murah di sini.

Apa Aja Untungnya Pake Layanan Hosting?

Setelah kamu terbiasa ngeblog di WordPress kamu bisa dengan mudah kok migrasi semua blog yang udah kamu buat ke layanan hosting yang kamu pilih.

Tenang blog gratis yang udah kamu kerjain itu nggak akan ilang gitu aja kok!

Dengan memanfaatkan layanan hosting kamu bisa dapet banyak keuntungan. Meskipun Hosting Murah, tapi layanan yang diberikan Qwords adalah layanan terbaik dan memang cocok untuk blogmu.

Apa aja sih keuntungan yang diberikan oleh Qwords?

  • Bisa Dapet Gratis Domain
  • Biaya Migrasinya Gratis
  • Uptime Network diatas 99,99%
  • Unmetered Bandwith
  • Layanan Bantuan Pelanggan 24 Jam
  • Private Data Center Tier 3
  • Total Security Protection

Wah, mantap kan? Jelas itu semua cocok dan bagus untuk blogmu!

Kesimpulan

Personal branding bisa dilakukan siapapun, nggak cuma untuk keperluan jualan aja kok. Kamu secara pribadi juga bisa untuk memperkenalkan kemampuan-kemampuan yang kamu punya.

Dengan memanfaatkan lalu lintas internet secara optimal kamu bisa memaksimalkan personal brandingmu.

Optimasi media sosialmu dan manfaatkan penggunaan blog agar kamu lebih mudah ditemukan di mesin pencarian.

Referensi: PersonalBrand[.]com, Forbes, dan Qwords
Sumber Gambar: Freepik Storyset

7 Langkah Menulis Antologi

“Gimana sih caranya menulis sampe bisa jadi buku lalu diterbitin?”

Kamu bisa ikut lomba, gabung di komunitas, ikut pelatihan menulis, atau bergabung ke dalam sebuah grup.

Seperti pengalamanku sendiri. Aku menulis cerpen untuk sebuah antologi yang diberi judul Melejit Saat Terjepit dengan bergabung ke dalam sebuah grup WA.

Btw, saat itu aku dalam kondisi nggak bener-bener luang. Aku harus menyelesaikan semester akhirku sebagai mahasiswa ekstensi S1 Teknik Kimia.

Buat anak Teknik Kimia tau lah ya gimana rasanya ngerjain rancang pabrik? Hahaha. Ehh, jadi malah curcol nih.

Dalam menulis cerpen ini ada motifnya yang bikin aku semangat dan terdorong untuk nulis. Motifnya apa? Ingin menuliskan perjalanan masa-masa aku kuliah sambil bekerja selama 2 tahun supaya ada jejak kenangannya.

Gimana sih rangkaian menulis cerpen sampe akhirnya bisa dibukukan menjadi antologi bersama penulis lainnya? Cus ah, lanjut baca sampe beres ya!

1. Bergabung ke Dalam Grup WA Menulis

Kayanya sekitar pertengahan bulan Juni tahun lalu aku lagi liat-liat status WA orang-orang. Terus aku liat ada ajakan menulis cerpen untuk antologi.

Ternyata itu status dari salah satu dosenku ketika aku kuliah D3 dulu Bu Rosi. Awalnya agak ragu dan malu mau nanya, tapi akhirnya nanya juga.

Karena aku memang tertarik akhirnya aku diajak masuk ke dalam grup WA Melejit Saat Terjepit. Di sana ada penulis-penulis lainnya juga.

Alhamdulillah, terimakasih bu Rosi. Dari sinilah titik awalnya dimulai menulis cerpen untuk sebuah antologi.

2. Mengikuti Rangkaian Proses Penulisan Antologi

Awalnya ketika masuk grup aku pikir bakal langsung diminta nulis cerpen masing-masing. Ternyata ada sharing session dulu bersama Mbak Malica Ahmad.

Beliau adalah seorang penulis, blogger, dan content writer. Dalam sharing yang dibawakan beliau menjelaskan mengenai langkah-langkah menulis cerita non-fiksi.

“Aduh, ternyata non-fiksi ya? Bingung mau nulis tentang apaan. Nggak punya pengalaman juara apa-apa perasaan.”

Itulah yang sejujurnya langsung muncul dalam benakku, karena sebelum masuk grup aku nggak tau kalo ternyata cerpennya non-fiksi.

Aku tetep maju terusngikutin sharing session dan berpegang teguh pada niat awal.

Yang memang sebetulnya sejak awal aku sengaja menceburkan diri aja pokoknya untuk menulis cerpen dalam sebuah antologi.

Aku ingin tau gimana sih rasanya ketika menulis sesuatu lalu diterbitkan. Karena sebelumnya aku pernah sekali ikut lomba menulis cerpen untuk antologi tapi nggak menang. Hehehe.

3. Menulis Cerpen Sesuai Pengalaman

Setelah sharing selesai kami bisa langsung praktek menulis. Sharing yang diberikan oleh mbak Malica bermanfaat banget.

Yang awalnya aku ragu untuk lanjut nulis karena ngerasa nggak pernah juara apapun, tapi setelah ada sesi sharing jadi punya inspirasi.

Prestasi itu nggak selalu harus dibuktikan dengan menjadi seorang juara perlombaan atau yang lain sejenisnya.

Ketika berhasil menggapai sesuatu sesuai tujuan pun ternyata itu menjadi sebuah pencapaian kok.

Pada akhirnya kisah mengenai kuliah sambil bekerjalah yang aku angkat, karena menurutku ketika aku bisa menjalani keduanya dengan cukup baik itu udah merupakan sebuah pencapaian yang baik.

Oh iya, meskipun cepen yang ditulis non-fiksi, tapi kami diperbolehkan menggunakan nama samaran kalo memang nggak mau pake nama sendiri.

4. Menyerahkan Draft Cerpen dan Revisi

Setelah cerpen yang kutulis selesai, draftnya diserahkan ke grup WA supaya bisa dibaca oleh rekan-rekan yang lain.

Lalu rekan-rekan yang lain diperbolehkan memberikan kritik dan masukan sebagai bahan perbaikan draft cerpen.

Saat itu aku menyerahkan draft cerpenku terlebih dulu kepada Bu Rosi. Mau nyerahin ke grup dulu malu rasanya hehe.

Lalu beliau memberikan masukan-masukan untuk perbaikan cerpenku.

Terimakasih lagi untuk Bu Rosi. Sejujurnya aku masih ngerasain hubungan antara dosen dan mahasiswa bersama beliau. Hehe.

5. Menentukan Judul dan Desain Cover

Setelah semua penulis selesai menuliskan cerpennya, semua penulis mengirimkan cerpennya masing-masing ke penerbit.

Sambil menunggu tulisan kami diedit oleh editor, kami menentukan judul untuk antologi kami dan juga bagaimana desain covernya.

Tahap ini dilakukan sekitar bulan September kalo nggak salah.

6. Pre Order Antologi

Flyer Pre Order Antologi Melejit Saat Terjepit

Setelah draft antologinya fix dan siap cetak, kami para penulis bisa mulai membuka pre order untuk antologi kami.

Wah, sampai di tahap ini rasanya nano-nano. Pertama kali jual tulisan sendiri dalam bentuk antologi cerpen.

Aku menawarkan antologiku melalui media sosial instagram dan juga facebook.

Oh iya, sejak awal sebelum kami mulai menulis cerpennya, dijelaskan bahwa ada peraturan setiap penulis diwajibkan minimal membeli 3 buku.

Setelah kami mendapatkan pembeli melalui pre order, sekitar awal Desember lalu buku antologi kami ini naik cetak. Alhamdulillah.

7. Antologi Sampai di Tangan dengan Selamat

antologi melejit saat terjepit

Karena ini adalah antologi pertama, rasanya excited banget ingin cepet sampe bukunya.

Akhirnya, akhir Desember lalu buku udah sampe ditanganku. Alhamdulillah.

Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan antologi ini sejak awal nulis sampe akhirnya diterbitkan kurang lebih 7 bulan.

Itulah pengalamanku pertamaku menulis sebuah antologi cerpen hingga akhirnya diterbitkan.

Kamu punya pengalaman juga nggak menulis antologi atau sebuah buku sendiri? Kalo belum dan bingung, saat ini banyak jalan kok supaya bisa nerbitin tulisan sendiri.

Suka merhatiin media sosial kaya Instagram nggak? Di sana udah banyak kok postingan tentang informasi menulis sebuah antologi atau buku.

Wah, Ekonomi Indonesia Merosot? Saatnya UKM Beraksi dan Perhatikan 6 Hal Ini!

Berdasarkan pemberitaan yang diperoleh dari berbagai media, Indonesia telah resmi dinyatakan mengalami resesi ekonomi akibat dari terjadinya pandemi COVID-19 selama ini.

Tapi apakah resesi ekonomi benar-benar baru terjadi saat ini? Resesi ekonomi sendiri ditandai dengan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sedangkan di Indonesia sendiri gelombang PHK telah terjadi sejak bulan April lalu.

Akibatnya kini menjadi banyak pengangguran belum lagi banyak siswa SMA, SMK, mahasiswa tingkat Diploma serta Sarjana yang baru lulus juga sedang mencari pekerjaan. Terbayang bukan bahwa ternyata saat ini banyak orang yang membutuhkan pekerjaan?

UKM di Indonesia mampu untuk menyerap banyak tenaga kerja tersebut karena perannya sebagai penopang ekonomi Indonesia dan juga keberadaanya di tiap 34 provinsi yang berdiri di daerah-daerah besar hingga terpencil.

Namun, sayangnya beberapa waktu lalu UKM sendiri dikabarkan mengalami gangguan terhadap aktivitas ekonominya karena terjadinya pandemi COVID-19. Apakah anda salah satu pelaku UKM yang mengalami hal tersebut?

Jika anda mengalaminya maka perhatikan enam hal ini untuk menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi usahan anda demi menjaga peran sebagai penopang ekonomi bangsa.

1. Sudahkah Produk yang Anda Jual Memiliki Keunggulan?

Begitu banyaknya produk yang dijual di luar sana, tapi apakah anda sudah merasa produk anda memiliki keunggulan-keunggulan tertentu jika dibandingkan dengan produk lain yang serupa?

Jika produk anda memiliki keunggulan dan nilai-nilai menonjol yang berbeda dari produk lain meskipun serupa, maka produk anda akan mampu untuk bersaing dengan produk lainnya di pasaran.

Misalnya produk yang dijual berupa juice maka anda harus menonjolkan keunggula-keunggulan dari juice tersebut apa saja.

Mungkin rasa manisnya tidak berlebihan, alami, lebih kental, tahan lama, menyehatkan dan sebagainya sehingga lebih menarik di mata calon pembeli dan dapat menjaring lebih banyak pembeli.

Selain itu terdapat aspek-aspek lain yang dapat anda tonjolkan untuk menarik lebih banyak calon pembeli seperti tampilan atau desain produk, harga, banyaknya pilihan, serta pelayanannya.

2. Apakah Target Pasarnya Sudah Tepat?

Dalam melakukan penjualan produk yang anda jual apakah target pasarnya sudah tepat sasaran? Dengan target yang tepat sasaran akan membantu meningkatkan penjualan anda.

Penentuan target pasar yang tepat menurut UKM Indonesia dapat dilakukan dengan memperhatikan empat golongan yaitu berdasarkan demografis, geografis, psikografis dan tingkah lakunya.

Penentuan pasar berdasarkan demografisnya yaitu dilihat dari jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatannya dan yang lainnya.

Penentuan pasar berdasarkan geografisnya yaitu berdasarkan lokasi atau area gografis seperti daerah, kota, negara dan yang lainnya.

Penentuan pasar berdasarkan psikografisnya yaitu dengan menggolongkan berdasarkan kondisi psikologinya seperti gaya hidup, kelas sosial dan karakteristik personalnya.

Kemudian yang terakhir, penentuan pasar berdasarkan tingkah laku yaitu berdasarkan pengetahuan terhadap produk, manfaat produk, tingkat penggunaan produk dan sebagainya.

3. Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan

Selama melakukan kegiatan jual beli bagaimanakah hubungan anda dengan para pelanggan selama ini? Apakah masih terjalin dengan baik hingga kini pandemi COVID-19 masih berlangsung?

Terjalinnya hubungan yang baik antara penjual dan pembeli dapat membuka pintu-pintu sumber rezeki yang lain. Maksudnya adalah dapat mempertemukan anda dengan pelanggan-pelanggan baru.

Karena pelanggan atau orang yang pernah membeli produk yang anda jual jika merasa puas akan menyampaikan rasa puasnya tersebut kepada orang lain sehingga dapat membuat orang lain tertarik untuk membeli produk yang anda jual juga.

Untuk menjaga hubungan baik dengan para pelanggan, anda bisa membuat database yang berisi informasi kontak pelanggan anda supaya anda bisa menghubungi mereka kembali untuk memberikan penawaran-penawaran menarik terkait produk yang anda jual.

Dengan begitu hubungan silaturahim dapat terus terjalin dan pelanggan anda pun akan merasa senang jika anda memberikan penawaran-penawaran menarik apalagi secara eksklusif lalu mereka dapat menjadi pelanggan setia anda.

4. Memanfaatkan Jalur Distirbusi yang Ada untuk Memperluas Pasar

Sudah familiar dan pahamkah anda dengan jalur distribusi yang bisa anda manfaatkan untuk memperluas pasar? Mungkin anda sudah tidak aneh mendengar jalur distribusi secara langsung dan tidak langsung.

Menurut UKM Indonesia, distribusi secara langsung yaitu kegiatan jual beli dilakukan langsung tanpa perantara antara produsen dan konsumen sedangkan distribusi secara tidak langsung menggunakan perantara salah satunya melalui reseller.

Untuk cara penerapan jalur distribusi itu sendiri terdapat dua cara yaitu secara online dan juga offline. Anda pastinya sudah tidak asing bukan dengan distribusi secara offline?

Yaitu dilakukan dengan cara membuka toko sendiri untuk menjual produk anda, menjual produk melalui supermarker atau minimarket, menjual produk melalui agen dan sebagainya.

Tapi saat ini yang menarik adalah penjualan atau distribusi barang secara online karena terdapat fakta menarik bahwa dengan adanya pandemi COVID-19 ini sejak Maret 2020 lalu aktivitas belanja online mampu mencapai 400%.

Pernyataan tersebut diperoleh dari Analytical Data Advertising (ADA) (di dalam Pikiran Rakyat, 2020). Sehingga hal itu sangat menguntungkan untuk mengembangkan aktivitas jual-beli anda dengan lebih banyak pelanggan melalui penjualan online.

Mengutip pertkataan Alvin Joner selaku Founder Akademi Bisnis Digital (ABDi) yang pernah megatakan bahwa, “Bisnis online akan menjadi bisnis penyangga atau penyokong bisnis anda”.

Artinya jika anda melakukan bisnis online untuk memasarkan produk anda maka hal itu akan menjadi penyokong dari bisnis yang selama ini anda jalani.

5. Menerapkan Strategi Pemasaran yang Tepat

Sekarang, apa anda pernah mengecek atau memperhatikan apakah bisnis anda telah menerapkan strategi pemasaran yang tepat?

Strategi pemasaran yang tepat mampu meningkatkan omset penjualan anda. Ya siapa sih yang tidak mau omsetnya meningkat dalam menjalankan bisnisnya? Karena penjualan adalah jantung bisnis.

Ternyata strategi pemasaran itu menurut UKM Indonesia terdiri dari empat kunci yaitu 4P atau Product, Price, Place dan Promotion.

Product

Dari segi produk beberapa hal yang perlu anda perhatikan misalnya seperti kualitas, desain produk serta pelayanannya.

Bila anda menjual produk cemilan seperti otak-otak tentu calon pelanggan tidak hanya memikirkan rasa yang enak saja, tapi juga keawetan dari makanan tersebut bukan?

Selain itu anda harus memikirkan siapa saja yang membeli otak-otak tersebut, mungkin kebanyakan ibu-ibu membeli untuk anak-anaknya di rumah sehingga sesuaikanlah desain produknya bagaiamana yang menarik di mata ibu-ibu.

Setelah itu dari pelayanannya sekarang dengan semakin berkembangnya penjualan online, kebanyakan orang menginginkan kemudahan berbelanja secara online karena tinggal pesan lewat handphone lalu barang tinggal dikirim ke rumah.

Nah, anda harus bisa memberikan pilihan pelayanan yang mudah semacam itu supaya pelanggan anda merasa senang dan dimudahkan untuk memperoleh produk yang anda jual.

Price

Dalam menentukan harga dari produk yang anda jual, anda harus tepat dalam menentukannya sesuai dengan target pasar yang anda tuju.

Misalnya anda mau menjual produk makanan seperti otak-otak tadi, jika ditargetkan untuk masyarakat menengah bawah maka anda jangan jual terlalu mahal.

Tapi jika anda mau memasarkan otak-otak yang anda jual melalui café atau mungkin restoran untuk menjadi sajian makanan di sana mungkin anda bisa memasang harga lebih mahal.

Place

Dimanakah anda melakukan pamasaran? Mungkin jika anda melakukan pemasaran secara offline seperti membuka toko misalnya untuk menjadikan toko tersebut ramai maka lokasi toko perlu berada di lokasi yang strategis.

Supaya bisa menjangkau banyak pembeli dan selain itu di lokasi yang strategis membantu produk anda untuk lebih banyak dikenal.

Namun sudah tahukah anda bahwa ada tempat lain yang membuat penjualan anda lebih efektif? Jawabannya adalah berjualan secara online atau memanfaatkan dunia maya.

Dengan semakin canggihnya era digital ini anda bisa memanfaatkan penjualan online salah satunya melalui website untuk menjangkau pasar lebih luas.

Melalui website, calon pembeli dari luar daerah lokasi usaha anda bisa menjangkau produk anda dan membelinya.

Untuk pengiriman kini sudah ada jasa-jasa kurir terpercaya yang mampu membantu anda untuk mengirimkan produk anda bahkan sampai ke luar negeri.

Tertarikkah anda mulai mengembangkan penjualan melalui jaringan online?

“Tapi saya belum mengerti bagaimana cara membuat website dan apa saja yang diperlukan.”

Jika anda berminat membuat sebuah website, anda perlu Beli domain dan hosting dari Masterweb yang merupakan penyedia domain dan hosting terbaik.

Masterweb menyediakan layanan Hosting UMKM dengan harga yang terjangkau untuk usaha anda.

Sebelum menggunakan layanan Masterweb tersebut anda bisa mencoba terlebih dahulu dengan trial melalui Website Builder Terbaik supaya anda pun bisa membayangkan mau membuat website seperti apa.

Promotion

Di era digital, teknologi semakin canggih anda dapat memanfaatkan promosi secara online untuk memperoleh target pasar yang lebih spesifik.

Mungkin biasanya anda melakukan promosi secara langsung misalnya seperti dari mulut ke mulut, menyebarkan brosur dan yang lainnya.

Kini anda bisa memanfaatkan media sosial dengan mudah untuk melakukan promosi produk anda.

Contohnya menggunakan media sosial untuk mengiklankan produk anda melalui Facebook Ads. Di sana anda bisa menentukan target pasar secara spesifik tidak hanya secara demografis tapi juga geografisnya.

Biaya yang perlu anda keluarkan pun tidak mahal bisa dimulai dari Rp 10.000 dan keuntungannya anda bisa hemat energi dan waktu.

6. Memanfaatkan Media Online untuk Meningkatkan Penjualan

Seperti yang sudah sempat disinggung sedikit sebelumnya mengenai penggunaan website dan promosi melalui media sosial anda dapat mengoptimalkan penjualan.

Apalagi seperti yang sudah dijelaskan juga sebelumnya bahwa bisnis online ini mampu menjadi penopang bisnis anda kata Alvin Joner.

Dengan memanfaatkan media online penjualan anda meningkat serta UKM yang anda bangun mampu untuk terus berkembang mengikuti zaman dan tentunya bisa bertahan lama.

Jika anda mulai memanfaatkan media online untuk mengembangkan usaha anda dengan membangun website tentu banyak manfaatnya.

Diantaranya produk atau brand anda jauh lebih dipercaya, anda jug bisa memperkenalkan segala tentang usaha anda di dalam web, menjelaskan produk-produk yang anda jual, mendata pelanggan anda, dan yang lainnya.

Jika anda mau Beli domain dan hosting dari Masterweb sangat disarankan membeli produk Hosting UMKM karena harganya terjangkau yaitu dimulai dari harga Rp 40.891/bulan dan layanan ini sudah gratis biaya domain.

Mumpung sedang diskon nih saat ini, jadi sebaiknya anda segera manfaatkan kesempatan ini dengan baik ya!

Kesimpulan

Saat ini Indonesia membutuhkan UKM untuk beraksi lebih optimal dalam menjadi penopang Indonesia karena pandemi COVID-19 berdampak resesi bagi Indonesia.

Di luar sana banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan sehingga dengan kemampuan UKM untuk menyerap tenaga kerja tersebut diharapkan dapat membantu perekonomian rakyat.

UKM sendiri perlu terus mengembangkan usahanya supaya hal-hal tersebut bisa dicapai salah satunya dengan mulai menjajal penjualan secara online.

Referensi: Artikel Wawasan Bisnis UKM Indonesia, PikiranRakyatcom, dan Webinar Akademi Bisnis Digital (ABDi)
Sumber gambar: storyset.com

Berdamai Itu Tidak Mudah, Tapi… Kamu Bisa Ikuti 5 Tips Ini

Photo by Pixabay from Pexels

Berdamai itu tidak mudah. Yup, memang bener banget kok untuk sebagian orang berdamai dengan hal-hal yang tidak enak di masa lalu itu tidaklah mudah.

Kalau kamu salah satu yang merasakannya, tenang aja kamu enggak sendirian kok di dunia ini yang merasa seperti itu karena manusia lain juga punya masa lalu yang kurang indah juga.

Tapi kamu harus tahu bahwa dirimu sangat berharga terlepas dari apapun yang pernah terjadi di masa lalumu dan kamu punya hak untuk bahagia atas hidupmu.

Jadi, yuk sekarang cobalah mulai berdamai dengan dirimu, dengan hal-hal yang kamu sesali, dengan kenangan-kenangan buruk yang menghantuimu. Kamu bisa mencoba tips-tips ini.

1. Dengarkan Dirimu Sendiri

Selama ini seringkah kamu menceritakan hal-hal yang sudah lalu kepada orang-orang terdekatmu dan bagaimana respon mereka?

Kalau ternyata kamu pernah kecewa ketika menceritakan hal-hal buruk yang telah lalu kepada orang-orang di sekitarmu karena respon yang diberikan tidak menyenangkan mungkin sudah saatnya kamu sendiri perlu menjadi pendengar yang baik.

Jadilah pendengar yang baik untuk dirimu sendiri karena mungkin ketika kamu menceritakan hal-hal buruk yang bikin bad mood kepada orang lain justru responnya terkesan menghakimi, sok tahu, malah membanding-bandingkan, dan hal lain yang kurang berkenan untukmu.

Jadi lebih baik mulailah dengarkan dirimu sendiri dengan menuangkan isi pikiranmu melalui tulisan, rekaman suara atau video lalu baca atau dengarkan setelahnya oleh diri sendiri.

Tanyakan pada dirimu, “Ada apa sebenarnya? Kenapa bisa begitu? Lalu apa yang sebenarnya dibutuhkan?”

2. Lepaskan Emosi Apapun yang Kamu Rasakan dan Jujurlah

Ketika mendengarkan diri sendiri anggaplah dirimu sendiri adalah satu-satunya teman terbaik dan paling dipercaya yang kamu punya.

Berceritalah padanya dengan jujur dan lepaskan emosi apapun yang memang kamu rasakan bahkan jika perlu menangis dan berteriak maka lakukanlah.

Tapi sebaiknya kamu benar-benar dalam kondisi sendirian misalnya ketika di rumah yang memang tidak ada siapapun di sana yang memungkinkan bisa mendengar atau mengganggumu.

Karena kamu sedang butuh didengarkan dan melepaskan segala emosimu tanpa adanya gangguan dari siapapun yang mungkin bisa berpotensi meresponmu dengan cara yang kurang tepat dengan kondisimu.

Ingat, jadikanlah dirimu sendiri teman terbaik yang siap sedia mendengarkan, memahami dan menerima bagaimanapun kondisimu apapun penyebabnya.

3. Tetap Isi Diri dengan Informasi-Informasi yang Positif

Lepaskan segala emosi, apalagi emosi-emosi negatif yang selama ini terpendam sampai kamu benar-benar merasa plong, lega.

Setelah itu perhatikan dirimu dan jaga informasi-informasi apa saja yang sebaiknya kamu terima dan mana yang sebaiknya kamu tolak.

Berikanlah informasi-informasi positif terhadap dirimu sendiri supaya energi positif untuk diri terisi dengan baik setelah kamu merasakan dan melepaskan emosi negatif yang selama ini ada di dalam diri.

Ibaratnya kamu melakukan recovery diri dari luka-luka lamamu dengan memberikan afirmasi-afirmasi positif.

4. Renungkan dengan Tenang Apa yang Telah Terjadi

Setelah rasa sakit yang selama ini kamu tahan mulai sedikit demi sedikit reda cobalah memikirkan ulang hal-hal buruk yang telah terjadi.

Berpikirlah sendirian karena kamu sendiri pemilik masa lalumu itu dan sebenarnya paling paham terhadap diri sendiri.

Dari apa yang telah terjadi pasti selalu ada pelajaran yang bisa kamu ambil untuk lebih baik di masa depan dan kamu punya kendali untuk menyetir dirimu untuk tidak melakukan atau mengalami hal buruk yang serupa seperti masa lalu.

Jadilah pengendali keadaan bukan menjadi seseorang yang dikendalikan keadaan. Sadar bahwa kamu sendiri berhak untuk move on dan bahagia.

5. Maafkanlah Dirimu dan Orang Lain yang Mungkin Pernah Menyakitimu

Bagaimana setelah kamu merenungkah hal-hal buruk yang telah terjadi di masa lalu, banyak pelajaran yang bisa kamu ambil kan?

Pengalaman diri sendiri merupakan hal yang paling berharga karena sebegitu bisa sangat melekat dengan diri kita sendiri.

Sekarang, setelah kamu bisa mengambil banyak pelajaran ucapkanlah terimakasih kepada dirimu di masa lalu dengan senyuman.

Lalu apa? Maafkanlah dirimu sendiri supaya kamu bisa merasakan lebih ringan dan bisa menerima yang sudah terjadi.

Kemudian maafkanlah orang-orang yang pernah berbuat salah dan menyakitimu di masa lalu supaya kamu bisa berjalan maju tanpa beban.

Itu kelima tips yang mungkin bisa kamu coba yang intinya kamu harus menyelesaikannya dengan dirimu sendiri dulu sebelum melibatkan orang lain.

Jika kamu merasa sudah melakukan banyak cara untuk menyembuhkan diri sendiri tapi kamu masih merasa hari-harimu berat sampai aktivitasmu terganggu tidak ada salahnya kamu meminta bantuan dari profesional.

Jadi, apakah kamu butuh ke profesional sekarang? Kamu sendiri yang bisa memutuskan karena kamu yang paling tahu kondisi diri dan apa yang paling dibutuhkan saat ini.

Jangan pernah menyerah ya pada dirimu, karena kamu selalu berhak mendapatkan kehidupan yang bahagia!

Kesimpulan

Mungkin berdamai dengan masa lalu bagi sebagian orang memang tidaklah mudah tapi bukan berarti tidak bisa.

Bantulah dirimu sendiri supaya bisa menerima apapun hal buruk yang telah dilalui sampai kamu bisa berjalan ke depan dengan ringan dan tanpa beban.

Karena obat terbaik dan jawaban atas luka-luka masa lalu yang masih membekas di dalam diri adalah dirimu sendiri.

Kamu Belum Pulih dari Masa Lalu, Ini 5 Tanda yang Mungkin Sedang Kamu Rasakan!

berdamai dengan masa lalu
Photo by Fa Barboza on Unsplash

Masa lalu yang telah dialami enggak akan pernah hilang dari ingatan gitu aja karena sesuatu yang udah terjadi dan berlalu itu udah terekam di dalam otak.

Si pemilik masa lalu adalah diri sendiri, jadi kalau kamu tiba-tiba teringat tentang masa lalu sebenarnya wajar aja karena itu memang punyamu.

Otak kita memang punya kemampuan menembus waktu dan tempat makanya ia mampu mengakses kejadian-kejadian di masa lampau yang tertanam sejak lama di dalam ingatan kita.

Hmm, apakah kamu pernah merasa terganggu dengan masa lalumu?

“Gara-gara kejadian waktu itu, aku malah yang jadi begini.”

Beberapa kali atau bahkan sering terbesit di dalam pikiranmu untuk menyalahkan kejadian-kejadian di masa lalu yang membuatmu di masa kini meratapinya.

Padahal kondisi di masa sekarang dengan masa lalumu mungkin sudah sangat berbeda jauh seperti tempatnya, kesibukan yang sedang kamu lakukan bahkan orang-orang yang ada di sekelilingmu.

Apakah sekarang kamu mulai merasa lalu bertanya-tanya, sudahkah kamu sembuh atau belum dengan luka dari masa lalu?

Cobalah cek lima tanda-tanda ini yang mungkin bisa membantumu berpikir apakah kamu sudah benar-benar sembuh atau belum dari luka masa lalumu.

1. Sensitif Jika Ditanya Tentang Masa Lalu

Di luar sana banyak sekali macam-macam orang dengan berbeda sifat. Kamu sendiri mungkin sudah memahaminya sejak lama ya?

Ada orang yang cuma kepo dengan urusan dan masalah kita namun ada juga yang benar-benar peduli sampai rela menawarkan bantuan dengan tulus.

Tapi bagaimanakah dengan responmu terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka yang terkait dengan kejadian-kejadian buruk dari masa lalumu?

Jika kamu masih merasa seperti tersetrum aliran listrik yang kemudian menuntun emosi mu menjadi kesal tandanya masih ada luka yang membekas di dalam hatimu akibat hal-hal yang terjadi di masa lalu.

Mungkin ketika ditanya oranglain kamu bisa menjawabnya dengan biasa sampai lawan bicaramu itu tidak tahu bahwa kamu kurang nyaman ditanya seperti itu.

Tapi kamu tidak pernah bisa membohongi dirimu bahwa kamu baik-baik saja ketika ditanyai hal-hal yang membuatmu sendiri menjadi sensitif.

2. Tidak Nyaman Dengan Diri Sendiri

Pernahkah kamu merasa bahwa dari masa lalu kamu banyak sekali kurangnya? Seperti tidak pernah juara kelas, merasa tidak punya teman, tidak punya bakat apapun, dan yang lainnya.

Hal-hal semacam itu dapat membuatmu tidak nyaman terhadap dirimu sendiri hingga kini karena kamu selalu memikirkan hal-hal yang tidak pernah kamu miliki dan dapatkan.

Sudah sadar atau belum, dengan menyibukkan pikiran dengan hal-hal semacam itu justru dapat mengahalangimu untuk berkembang dan berubah menjadi jauh lebih baik.

Bahkan jika terus-terusan diratapi atau menyalahkan masa lalu tanpa melakukan introspeksi diri dari kejadian masa lalu tersebut, bisa-bisa dirimu semakin tidak memiliki apapun dan melewatkan banyak kesempatan.

Kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mulai memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, membentuk lingkaran pertemanan yang positif, dan juga menggali potensi diri.

Lebih baik kamu mencoba untuk introspeksi dan lebih mengenali kekurangan dan kelebihanmu. Kemudian belajar menerima diri sendiri apa adanya supaya kamu nyaman dengan dirimu sendiri dan tahu bagaimana cara mengatasinya.

3. Menyalahkan Diri Sendiri

Pernahkah kamu berkata seperti ini kepada dirimu.

“Coba aja dulu aku enggak………”

Ada hal yang kamu lakukan di masa lalu yang kamu sendiri berharap tidak melakukannya karena hal-hal tersebut membuatmu menyesal.

Lalu kamu menekan dirimu sendiri dengan menyalahkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan waktu dulu.

Padahal apa yang terjadi di masa lalu belum tentu adalah kesalahanmu, mungkin memang bagian dari takdir yang kejadiannya harus seperti itu.

Jadi, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri apalagi oranglain karena belum tentu juga apa yang terjadi saat itu adalah kesalahan oranglain.

4. Menangis Tiap Kali Teringat Masa Lalu

Masa lalu kadang muncul begitu saja di dalam pikiran tanpa disadari pemicu awalnya sebenarnya apa.

Apakah tiap teringat masa lalu itu masih membuat hatimu seperti teriris dan merasakan rasa perih?

Lalu kemudian kamu sedih bahkan menangis karena masih merasakan sakit hati setiap teringat pahitnya kejadian di masa lalu.

Hal seperti itu menunjukkan bahwa kamu masih belum bisa menerima sepenuhnya dan ikhlas terhadap hal-hal buruk yang pernah terjadi di dalam hidupmu.

Jujur saja pada dirimu sendiri bahwa memang kamu belum bisa menerimanya karena jika terjadi hal seperti itu yang dibutuhkan terkadang hanya jujur pada diri sendiri.

Bila menangis membuatmu jadi lebih lega maka menangis saja tidak perlu kamu tahan, lepaskan saja emosi-emosi negatif yang selama ini mungkin terakumulasi dalam diri tapi tidak bisa dikeluarkan.

5. Timbul Kecemasan atau Bahkan Sampai Tahap Depresi

Kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan dari masa lalu dapat berputar terus menerus seperti film di dalam pikiran.

Hal seperti itu bisa mengganggu sampai membuatmu takut terhadap masa depanmu karena dapat memicu muncul kecemasan terhadap masa depan yang belum terjadi.

“Aduh, iya ya. Kalau nanti kejadiannya seperti dulu lagi aku enggak mau, enggak bisa. Argh!”

Pengalaman-pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu bisa dijadikan pelajaran kalau sampai terjadi hal serupa dan mungkin perlu diatasi dengan cara berbeda sehingga hasilnya pun akan berbeda.

Tapi jangan biarkan pikiran terus menerus terjebak dengan hanya memikirkan pengalaman buruk di masa lalu sehingga menimbulkan prasangka-prasangka yang tidak baik.

Ujung-ujungnya hal itu bisa menjadi kebiasaan yang membuat otakmu memikirkan hal-hal buruk yang belum terjadi sehingga membuatmu pusing sendiri.

Jika kamu terbiasa membiarkan dirimu terlarut dalam kecemasan-kecemasan tersebut lama kelamaan dapat mempengaruhi kondisi psikismu yang bisa sampai menyebabkan depresi.

Jangan biarkan dirimu sampai pada tahap ini. Namun bila kamu sudah sampai pada tahap ini janganlah kamu berdiam diri saja.

Cobalah mencari bantuan atau pertolongan dari orang terdekat terlebih dahulu dan jelaskan bagaimana kondisimu.

Atau jika kamu merasa butuh bantuan dari tenaga professional segeralah minta pertolongan dari mereka dan tak perlu merasa minder.

Kesimpulan

Jadikan masa lalu yang telah dialami adalah pelajaran hidup yang bisa menjadi bekal supaya lebih baik di masa-masa selanjutnya. Jadi jangan terus menerus menyalahkan masa lalu ya dan mulailah berdamai dengannya.

Mungkin kamu sekarang sedang memikirkan ulang harus bagaimana mengatasi diri yang belum berdamai sepenuhnya dengan masa lalu. Ayo mulailah tolong dirimu sendiri karena dirimu sendiri mungkin adalah obat terampuhnya.

Bagaimana Berhenti Kecanduan Instagram? Puasa!

kecanduan instagram
Photo by 🇨🇭 Claudio Schwarz | @purzlbaum on Unsplash

Sebetulnya ada apa sih dengan Instagram yang membuat dia terus-terusan dilirik oleh banyak orang hampir setiap waktu?

Tentu saja untuk melihat foto dan video, karena sejak awal kemunculannya Instagram memang bertujuan untuk berbagi foto dan video.

Namun, menurut dr. Verury Verona Handayani di dalam website halodoc, dengan selalu memperhatikan media sosial dapat menyebabkan seseorang terpacu untuk terus konsumtif dan juga tanpa disadari muncul pikiran membanding-bandingkan diri dengan oranglain.

Sehingga perlu untuk mengurangi penggunaan Instagram, salah satu caranya dengan berpuasa. Mengapa berpuasa?

Hmm, menurut bahasa puasa bermakna menahan. Jadi, dengan membiasakan menahan diri lama kelamaan akan muncul kebiasaan tidak bergantung terhadap Instagram.

Lalu bagaimana caranya? Yuk, lanjut!

1. Menonaktifkan Notifikasi selama Melakukan Kegiatan Penting

Photo by Jamie Street on Unsplash

Menonaktifkan notifikasi di handphonemu bisa kamu lakukan bukan hanya untuk Instagram saja sih, bisa juga kamu menonaktifkan media sosial yang lain jika diperlukan.

Dengan kita menonaktifkan notifikasi selama melakukan kegiatan kita sehari-hari misalnya saat belajar, bekerja, atau mungkin ketika beres-beres rumah akan membantu kita untuk tidak sedikit-sedikit ngecek handphone.

2. Deactivate Akun Instagram

Photo by Solen Feyissa on Unsplash

Sudah tak asingkah dengan istilah deactivate account? Mungkin diantara kamu ada yang sudah pernah menggunakannya ataupun belum.

Bagi yang belum mengenal fitur ini, pada profilmu dapat kamu cari pilihan Temporarily disable my account yang merupakan fitur untuk menonaktifkan akun Instagram untuk sementara. Namun seberapa efektif menggunakan fitur ini bergantung pada diri kita sendiri lho.

Jika kita menonaktifkan akun Instagram kita sementara waktu tapi ternyata kita tetap aktif menggunakan second account, berarti kita belum benar-benar rehat sementara dari Instagram.

Hayo, siapa yang punya fake account? Hahaha.

3. Mencari Kegiatan Lain sebagai Pengganti Main Instagram

Photo by Skylar Jean on Unsplash

Pernah enggak sih kamu ketika membaca buku, mengerjakan tugas atau pekerjaan, atau mungkin ketika makan tiba-tiba muncul rasa penasaran untuk mengecek handphone?

Kali ini setelah menonaktifkan notifikasi bahkan menonaktifkan akun Instagram untuk sementara sebaiknya berusahalah untuk fokus saja pada kegiatan yang sedang dilakukan.

Lakukanlah hobi-hobimu seperti membaca, menulis, menggambar, bermain alat musik, menjahit, belajar, olahraga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak perlu menggunakan handphone. Jika merasa tidak ada hobi atau hal lain yang disenangi, cobalah untuk mengeksplorasi melakukan hal-hal baru.

Supaya melatih fokusmu dalam melakukan hal lain, bisa saja kamu atur batas waktu dalam mengerjakan sesuatu dengan bantuan timer di handphone. Tapi harus komitmen ya, jangan pegang handphone sampai timernya bunyi.

Atau kamu juga bisa mencoba salah satu aplikasi untuk menjaga fokusmu yang bisa kamu unduh di Google Play Store. Psstt… aplikasi ini lucu dan menarik lho!

4. Membatasi Penggunaan Instagram

Photo by Emma Matthews Digital Content Production on Unsplash

Sudah tahu ada fitur memantau dan membatasi waktu menggunakan Instagram? Yuk coba dicek, buka profilmu > klik Settings > klik Account > klik Your Activity.

Di sana kamu akan melihat berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk menggunakan Instagram. Lalu terdapat pilihan untuk mengatur pengingat jumlah waktu yang digunakan untuk Instagram dan pengaturan notifikasi darimana saja yang ingin kamu dapatkan.

Dengan adanya fitur tersebut kamu dapat mengatur batas waktu penggunaan Instagrammu. Selain itu dapat kamu manfaatkan untuk membantumu dalam menjadwal penggunaan Instagram di waktu tertentu.

Seperti puasa di bulan Ramadhan, sahur sebelum shubuh lalu berbuka puasa setelah magrib. Kita bisa mengatur berapa lama dan kapan kita menggunakan Instagram sesuai dengan keinginan tapi… jangan ya lupa sesuaikan dengan kebutuhan.

Yup, namanya juga puasa jangan hanya ikuti kemauan kita terus bermain Instagram. Aturlah penggunaan Instagram pada waktu-waktu tertentu yang tidak mengganggu kegiatan-kegiatan utamamu terutama hal-hal yang wajib dikerjakan.

5. Konsisten dan Disiplin

Photo by Some Tale on Unsplash

Setelah membaca keempat tips di atas, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah konsisten dan disiplin.

Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Darmawan Aji di dalam blognya, untuk membangun sebuah kebiasaan dibutuhkan waktu 18-254 hari. Namun rata-rata waktu yang dibutuhkan sebanyak 66 hari.

“Wah, lama banget dong lebih dari 2 bulan?”  

Ingat, jika kita menginginkan sebuah perubahan kita harus serius. Fokuslah pada keinginan dan tujuan akhir bahwa ingin berhenti kecanduan Instagram supaya tidak terkena dampak-dampak negatif yang mempengaruhi kesehatan mental.

Hal ini dilakukan juga semata-mata demi kebaikan dirimu sendiri bukan?

Sumber Bahan Bacaan (Blog): halodoc, Darmawan Aji.

Kecanduan Instagram, Kaum Wanita Harus Sadar!

wanita pecandu instagram

Jangan hidup dengan ukuran kebahagiaan orang lain dan temukan arti kebahagiaan buat dirimu sendiri.

Valencia Nathania

Terkadang beberapa dari kaum wanita sering mengeluhkan bahwa setiap kali membuka Instagram sering muncul perasaan insecure ketika melihat oranglain di Instagram terlihat lebih cantik, lebih kurus, pergi ke sana-sini, telah memperoleh pencapaian ini-itu, dan yang lainnya.

Kira-kira kenapa ya hal-hal seperti itu bisa muncul? Yuk, kita cari tahu!

Pernahkah kamu secara tidak sadar terlarut begitu saja di dalam explore instagrammu sampai lupa waktu?

Mungkin kebanyakan dari kamu tidak sadar bahwa banyak waktumu terbuang hanya untuk melihat-lihat feed dan story oranglain, kemudian perlahan kamu mulai membandingkan dirimu dengan oranglain?

Tahukah kamu, berdasarkan data yang diperoleh dari GoodNews, pengguna Instagram terbanyak pada bulan Januari sampai Mei 2020 adalah kaum wanita.

Selain itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari OKEZONE, rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menggunakan Instagram yaitu selama 53 menit.

Kalau kamu, berapa lama yang kamu pakai untuk menggunakan Instagram? Ayo coba kita cek bareng-bareng.

Eits, dimana ya kita bisa cek berapa lama waktu yang sudah kita habiskan di Instagram? Caranya buka profilmu, lalu klik Settings, pilih Account, kemudian pilih Your Activity.

Gimana hasilnya? Setelah kita tahu berapa lama yang kita habiskan untuk menggunakan Instagram, yuk kita cek apa saja indikasi yang menunjukkan apakah kita kecanduan atau tidak.

1. Bangun Tidur Langsung Buka Instagram

Foto oleh RF._.studio dari Pexels

Ayo siapa yang tiap bangun tidur langsung nyari HP terus buka Instagram?

Mungkin Instagram memang salah satu media sosial yang paling banyak digunakan. Sehingga memang banyak informasi-informasi terbaru yang bisa kita peroleh dari sana.

Tapi, apa kamu selalu memperhatikan akun apa saja yang kamu ikuti dan informasi-informasi seperti apa yang kamu dapatkan?

Coba dicermati lagi ya! Siapa tahu informasi-infomasi yang kurang berfaedah yang diperoleh tanpa disaring bisa mempengaruhi isi pikiran kita bahkan mood kita.

Karena seperti kata Dr. Gillian McKeith, “You are what you eat.”. Jika informasi yang kamu terima merupakan asupan yang kamu berikan terhadap otakmu.

Maka bayangkan jika informasi yang kita terima diberikan begitu saja tanpa disaring, bagaimana respon kita? Misalnya kita melihat seorang teman upload sebuah story berisi foto di tempat yang instagamable banget di kala pandemi masih melanda seperti ini. Apakah pikiranmu akau merespon dengan tanggapan yang baik atau buruk?

2. Sedikit-Sedikit Cek HP

Foto oleh Edmond Dantès dari Pexels

Dalam satu hari ini yang terdiri dari 24 jam, tentu saja aktivitas kita bisa bermacam-macam. Bisa saja kita bekerja, merapihkan barang-barang di rumah, memasak, mencuci, dan sebagainya.

Pernahkah kamu ketika sedang melakukan aktivitas tertentu tiba-tiba secara reflek tanganmu mengambil ponselmu? Apa yang kemudian kamu lakukan padahal tidak ada pesan masuk ataupun telepon?

Wah, kalau jawabannya iya maka ini bisa menjadi tanda kecanduan karena setelanya kamu perlu memperhatikan apa yang kamu lakukan setelah memegang ponselmu.

Meskipun mungkin kamu tidak membuka Instagram, apakah kamu memang butuh untuk menggunakan ponselmu itu? Jika tidak, maka ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri kecanduan gadget lho!

3. Memantau Jumlah Likes dan Orang yang Melihat Storymu

Foto oleh Prateek Katyal dari Pexels

Bagi kamu yang sudah lama aktif di Instagram, sudah berapa banyak foto atau video yang diunggah ke dalam Instagram? Atau berapa banyak story yang telah kamu buat?

Selama ini kita bisa melihat berapa jumlah likes yang kita peroleh setelah memasukkan foto atau video di Instagram. Selain itu jumlah orang dan siapa saja yang melihat story kita dapat kita lihat pula.

Apa pernah kamu setelah membuat sebuah postingan di Instagram atau story setelahnya selalu mengecek secara berulang berapa orang yang memberikan like pada postinganmu atau mengecek siapa saja yang telah melihat storymu?

Nunggu dilihat sama doi ya? Hehehe.

4. Scrolling Terus!

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Ketika sudah masuk ke dalam Instagram, rasanya kurang lengkap ya kalau kita enggak buka explore untuk sekedar kepo. Hahaha.

Tapi, pernah enggak ketika udah buka explore atau ketika lagi lihat-lihat isi Instagram terus aja nge-scroll sampe lupa waktu?

“Eh, perasaan daritadi aku mau nyetrika baju malah keasyikan buka Instagram.”

Lalu kamu sadar sudah lebih dari 10 menit ternyata waktumu terbuang padahal kalau nyetrika udah selesai daritadi. Hahaha.

5. Belajar Cara Mengedit Foto

Foto oleh ready made dari Pexels

Jika kita melihat dari waktu ke waktu content yang ada di Instagram semakin menarik. Hal ini didukung pula dengan kemajuan teknologi.

Semakin menariknya macam-macam postingan yang ada di Instagram membuat pengguna Instagram lainnya pun tertarik dan mencari tahu bagaimana membuat sebuah foto atau video terlihat lebih menarik di dalam feed maupun story.

Apakah kamu yang merupakan salah satu pengguna Instagram tersebut pernah menghabiskan waktu cukup lama untuk mengulang-ulang editan postingan mu agar terlihat menarik?

Atau mungkin selama ini setiap mau melakukan suatu hal kamu berhenti dulu sejenak untuk mengambil gambar. Misalnya seperti hendak makan bersama teman-teman kamu merapikan dulu tatanan meja makanmu demi memdapatkan foto terbaik untuk dipajang di story?

Hal seperti ini mungkin bisa berdampak tidak baik terhadap orang sekelilingmu. Misalnya ketika hendak makan dengan teman-temanmu dan mereka sudah sangat lapar tapi kamu melarangnya makan dulu karena hendak mengambil foto.

“Aduh, jadi keburu enggak laper deh!”

Mungkin saja teman yang lain bisa kehilangan selera makannya.

Salah satu dampak negatif yang timbul ketika seseorang telah kecanduan Instagram adalah mungkin saja timbul pikiran untuk membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan oranglain.

Lalu timbul rasa insecure terhadap diri sendiri dan seringkali merasa tidak puas dengan kehidupannya sendiri.

Dampak lainnya yang paling parah yaitu dapat menimbulkan depresi.

Menurut para ahli memang tidak semua orang yang menggunakan Instagram berpotensi kecanduan. Para peneliti masih mencari tahu bagiamana pengaruh dari ciri kepribadian yang dapat kecanduan teknologi termasuk dengan media sosial.

Sekarang, setelah mengetahui beberapa hal yang mengindikasikan bahwa seseorang mungkin kecanduan oleh Instagram sebaiknya kita mulai memperhatikan diri kita sendiri demi kesehatan mental kita. Tidak ada salahnya kita mulai puasa media sosial dengan memanfaatkan fitur pengatur pengingat harian seberapa lama waktu untuk mengakses Instagram.

Referensi Sumber Bahan Bacaan (Web) : DosenPsikologi.com, tirto.id, GoodNews, OKEZONE, IDN Times, Hello Sehat, KOMPAS.com.
Sumber Gambar: https://storyset.com/illustration/instagram-video-streaming/cuate

Mengapa Media Sosial Bisa Meningkatkan Omset Penjualan? Ini Alasan-Alasan Utamanya!

media sosial meningkatkan omset

Bisnis online akan menjadi bisnis penyangga atau penyokong bisnis anda.

Alvin Joner, Founder Akademi Bisnis Digital (ABDi)

Era digital saat ini menjadikan bisnis secara online mampu menjaring banyak pembeli hanya dengan satu ketukan.

Bagi yang baru memulai bisnis baik itu dengan menjual produk sendiri, menjadi reseller atau dropshipper dan juga bagi yang telah memulai bisnisnya cukup lama mungkin selalu berpikir bagaimana ya caranya meningkatkan omset penjualan?

Nah, caranya cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi sehingga kita bisa menebarkan jaring untuk mendapatkan pembeli.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan produk yaitu dengan memasang iklan secara gratis hingga berbayar supaya mencapai omset penjualan yang diharapkan.

Sebelum mencari tahu apa saja alasan mengapa melalui media sosial dapat meningkatkan omset, sebaiknya cari tahu dulu bagaimana sih cara memasang iklan di media sosial. Yuk!

Cara Memasang Iklan di Media Sosial

Gimana sih caranya pasang iklan di media sosial secara gratis? Jawabannya gunakan fitur status di media sosial untuk mempromosikan produk yang kita jual.

Melakukan promosi dengan membuat status misalnya melalui WhatsApp, Instagram, Facebook atau Line cukup efektif dalam mempromosikan produk karena orang-orang jaman sekarang cukup banyak menghabiskan waktu untuk melihat status apalagi yang doyan kepoin orang haha.

Promosi melalui status akan lebih efektif jika kita rajin-rajin update dan menyajikan informasi-informasi produk kita salah satunya dengan memasukkan testimoni-testimoni dari pelanggan kita sehingga hal tersebut dapat menarik minat oranglain yang melihat status kita.

Selain memasang iklan secara gratis kita dapat melakukan promosi produk secara berbayar diantaranya dengan menggunakan Facebook Ads, Instagram Ads dan Google Ads.

Kamu pasti sering menemukan banyak iklan ketika berselancar di Facebook, Instagram dan juga ketika sedang mengunjungi beberapa website. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian banyak konsumen melalui media sosial tersebut.

Begitulah cara promosi yang telah dilakukan oleh banyak perusahaan namun untuk usaha menengah ke bawah pun dapat melakukan promosi seperti itu dan caranya mudah.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti Webinar gratis yang diadakan oleh ABDi (Akademi Bisnis Digital).

Kemudian melalui Webinar tersebut Mas Alvin Joner menjelaskan bagaimana cara menggunakan Facebook Ads untuk memasang iklan.

Cara menggunakan Facebook Ads yaitu dengan menentukan terlebih dahulu seperti apa sih target konsumen yang kita inginkan mulai dari tempat tinggalnya di daerah mana, usia, jenis kelamin, bahasa yang digunakan bahkan sampai komunitas yang berhubungan dengan produk yang akan kita iklankan. Wah bisa sangat spesifik ya?

Biaya Memasang iklan

Berapa sih biaya pasang iklannya? Jangan takut, biaya pasang iklan melalui Facebook Ads, Instagram Ads dan juga Google Ads terjangkau kok.

Menurut hasil pencarian yang saya peroleh, biaya pasang iklan bisa dimulai dari Rp. 10.000 per harinya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita misalnya kita ingin mengatur iklan kita disebarkan selama berapa hari maka nanti biaya akan menyesuaikan.

Mudah dan Terjangkaunya Media Sosial

Setelah mengetahui bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk memasang iklan sehingga nantinya bisa berdampak pada omset penjualan kita, mudah bukan?

Sekarang ini teknologi mengalami perkembangan yang cukup pesat dan dampak nyatanya bisa kita lihat langsung di sekitar. Mulai usia anak balita pun kini sudah terbiasa memegang ponsel sambil menonton video di Youtube.

Selain itu juga kita bisa lihat bahwa memang kebanyakan orang menghabiskan waktunya selama berjam-jam dalam sehari untuk berselancar ria di media sosial.

Maka dari itu kita bisa memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan juga tidak ada ruginya kita promosi di media sosial karena biaya terjangkau dan simple hanya dengan satu ketukan kita langsung bisa mempromosikan produk ke banyak orang.

“Tapi kan ribet harus ngisi-ngisi form di Facebook Ads segala! Enggak ngerti ah!”

Jangan dibawa ribet dulu, tinggal belajar aja. Jaman sekarang ilmu apapun bisa kita akses melalui internet, tinggal modal kuota.

Sekarang, pilih mau atau enggak untuk belajar supaya omset meningkat?

3 Alasan Utama Mengapa Media Sosial Dapat Meningkatkan Omset Penjualan

Nah, ini dia tiga alasan utama kenapa melalui media sosial bisa meningkatkan omset penjualan. Lanjut!

1. Informasi tentang Produk Cepat Menyebar

Photo by Canva Studio from Pexels (https://www.pexels.com/photo/woman-sharing-her-presentation-with-her-colleagues-3153198/)

Dengan cepat menyebarnya informasi mengenai produk yang kita jual maka semakin cepat pula orang-orang mengetahui keberadaan produk kita.

Hal tersebut tentunya sangat penting, mengapa? Karena kita ingin produk kita diketahui oleh banyak orang terlebih dahulu kan? Apalagi jika ternyata produk yang kita jual tergolong masih baru.

Di media sosial hal apapun bisa menyebar begitu saja dengan cepat apalagi kalau content nya menarik.

Content yang menarik akan membuat para pengguna di media sosial bisa dengan suka rela menyebarkannya begitu saja kepada teman-teman, keluarga serta pengguna media sosial lainnya di dunia maya.

Dengan begitu kita jadi memiliki banyak calon pembeli karena orang-orang yang telah melihat produk kita mungkin saja memang sedang membutuhkannya atau akan membelinya di kemudian hari.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Facebook di dalam DATAREPORTAL pada bulan Januari 2020 terdapat 130 juta orang Indonesia yang dapat dijangkau melalui periklanan dari Facebook.

Bayangkan jika kita bisa menjangkau sekitar 0,1% nya saja di Facebook itu untuk promosi, sudah mencapai ribuan orang kan?

2. Efektif dalam Menentukan Target Konsumen

Photo by Pixabay from Pexels (https://www.pexels.com/photo/facebook-application-icon-147413/)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa memasang iklan di media sosial bisa sangat spesifik dan tepat sasaran seperti melalui Facebook Ads.

Kita tinggal menentukan saja seperti apa target pasar yang kita inginkan sehingga kita tinggal mengaturnya supaya tepat sasaran.

Berdasarkan data jumlah pengguna media sosial yang tercantum dalam DATAREPORTAL bulan Januari 2020 terdapat 160 juta pengguna aktif media sosial. 160 juta pengguna aktif tersebut terdiri dari berbagai usia.

Wah, melihat angka tersebut berarti kesempatan kita supaya produk kita dilirik banyak orang melalui media sosial akan cukup besar.

Tinggal bagaimana cara kita mengelolanya saja karena banyak faktor yang mempengaruhi keefektifan dari iklan kita supaya memperoleh banyak konsumen.

Misalnya saja kita mau menentukan usia dan jenis kelamin untuk menjual sebuah produk kecantikan. Apakah kita akan mejualnya kepada lelaki berusia 50 tahun ke atas?

Tentu kita akan memilih mempromosikan produk kita kepada perempuan yang paling tidak berusia 18 sampai 30 tahun.

3. Memperluas dan Mengembangkan Target Pasar

Photo by Erik Scheel from Pexels (https://www.pexels.com/photo/apple-business-fruit-local-95425/)

Setelah melihat data-data yang ada dan mengetahui cara kerja dari media sosial, kita bisa tahu jika melakukan promosi melalui media sosial sebetulnya produk kita tidak hanya berpotensi diketahui dan dibeli oleh perempuan berusia 18 sampai 30 tahun saja.

Tapi, lelaki berusia 27 tahun pun bisa saja menjadi calon pembeli kita meskipun kita berjualan masker untuk membuat kulit wajah terlihat glowing. Kenapa?

Ya mungkin saja lelaki itu mau membelikan masker untuk pasangannya, saudara atau bahkan ibunya.

Maka, target pasar kita menjadi lebih luas tidak hanya sebatas perempuan saja sebetulnya.

Selain itu melalui media sosial kita bisa meminta feedback dari para pembeli sehingga kita akan memperoleh banyak masukan yang sangat berguna untuk berkembang supaya lebih baik, salah satunya dalam menentukan target pasar yang lebih sesuai sasaran.

Jadi, untuk kamu yang masih pemula atau sudah cukup lama terjun dalam dunia bisnis, yuk mulai mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam mencari serta mendapatkan banyak pembeli dan selain itu menjadikan media sosial digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Kalo merasa kesulitan atau masih baru di media sosial tinggal belajar aja.

Semua pasti bisa kalau mau belajar dan terus berusaha.

Apakah ada jaminan 100% omsetmu akan benar-benar meningkat?

Hasilnya biar Yang Di Atas yang menentukan.

Referensi Wabinar : Webinar Akademi Bisnis Digital (ABDi) (2 Juli 2020) bersama Alvin Joner.
Referensi Sumber Bahan Bacaan (Blog) : Digital Marketing School, ProgressTech, Blog Sribu, dan DATAREPORTAL.
Sumber gambar: https://stories.freepik.com/illustration/admin/amico#BBE1FFFF&hide=Gears&hide=simple

Apa Passion mu?

Sesaat, sesaat tadi aku kepikiran sebenernya passionku tuh apa yaa? Kalo nginget-nginget ke belakang dari kecil aku suka banget gambar dan ngarang cerita. Seiring berjalannya waktu, SD kelas berapa ya? Kelas 3 mungkin ya udah mulai ilang tuh kesukaan buat ngarang cerita. Aku dulu suka ngarang cerita karena dari kecil udah lumayan suka baca buku. Terus semakin gede pas beranjak SMP/SMA gitu mulai pudar doyan gambarnya. 

Nah, barusan aku baca buku, buku itu bilang kita dari kecil kita cuma dibiasain ngerjain tugas-tugas yang diperintahin aja jadi gaada kesempatan buat cari tau sebenernya yang kita pengenin tuh apa sih. Kalo dikaitin sama passion, passion itu kan suatu hal yang kalo kita lakuin bikin kita bahagia dan ikhlas aja selama ngerjain, terus kalo selama ini kita sibuk ngerjain tugas sekolah ya kapan kita bisa bener bener ada waktu untuk merasakan hal apa yang sebenernya bikin kita seneng.

Dulu aku seneng banget tuh ngegambar sama nulis tapi sekarang udah pudar sepertinya. Mungkin pidar itu karena lama kelamaan semua yang aku suka dulu itu kelelep sama kebiasaan aku di sekolah. Yang harus ngerjain tugas/PR, nyiapin buat ulangan, ada kegiatan di luar kelas juga. Kadang pengen banget rasanya balik lagi kaya dulu untuk bikin suatu karya ya walaupun mungkin, gambar aku atau tulisan tulisan aku tuh ga sebagus para seniman atau penulis profesional di luaran sana, tapi sampe sekarang di benak aku masih tertarik untuk hal hal itu. Tapi karena udah gapernah di asah, sekarang semuanya kalo mai dilakuin kok malah mentok kaya gapunya ide dan inspirasi. 

Makanya, sekarang di sela sela waktu pengen deh nyempeti nyempetin bikin sesuatu untuk refreshing aja sih. Mungkin gambar atau nulis nulis ga jelas. Karena dengan cara itu aku pikir bisa menuangkan dan mengekspresikan yang aku pikir atau rasain yang sulit untuk disampein atau malah bisa disampein tapi belom tentu oranglain terima. 

Blog ini juga dibikinnya sebenernya iseng sih sebenernya. Mungkin isinya juga bakal random karena belom kepikiran sih konsep. Lagian daripada pusing mikirin konsep, lebih baik tulis ya tulis aja. Itu juga kata kata dari penulis yang udah banyak karyanya. Karena kalo dibiasain aja kita nulis mungkin nanti bakal nemu idenya sendiri. Mungkin aja bakal nemu suatu ide tulisan yang berfaedah atau ketemu ide cerita. I hope 🙂