Mengapa Media Sosial Bisa Meningkatkan Omset Penjualan? Ini Alasan-Alasan Utamanya!

https://stories.freepik.com/illustration/admin/amico#BBE1FFFF&hide=Gears&hide=simple

Bisnis online akan menjadi bisnis penyangga atau penyokong bisnis anda.

Alvin Joner, Founder Akademi Bisnis Digital (ABDi)

Era digital saat ini menjadikan bisnis secara online mampu menjaring banyak pembeli hanya dengan satu ketukan.

Bagi yang baru memulai bisnis baik itu dengan menjual produk sendiri, menjadi reseller atau dropshipper dan juga bagi yang telah memulai bisnisnya cukup lama mungkin selalu berpikir bagaimana ya caranya meningkatkan omset penjualan?

Nah, caranya cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi sehingga kita bisa menebarkan jaring untuk mendapatkan pembeli.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan produk yaitu dengan memasang iklan secara gratis hingga berbayar supaya mencapai omset penjualan yang diharapkan.

Sebelum mencari tahu apa saja alasan mengapa melalui media sosial dapat meningkatkan omset, sebaiknya cari tahu dulu bagaimana sih cara memasang iklan di media sosial. Yuk!

Cara Memasang Iklan di Media Sosial

Gimana sih caranya pasang iklan di media sosial secara gratis? Jawabannya gunakan fitur status di media sosial untuk mempromosikan produk yang kita jual.

Melakukan promosi dengan membuat status misalnya melalui WhatsApp, Instagram, Facebook atau Line cukup efektif dalam mempromosikan produk karena orang-orang jaman sekarang cukup banyak menghabiskan waktu untuk melihat status apalagi yang doyan kepoin orang haha.

Promosi melalui status akan lebih efektif jika kita rajin-rajin update dan menyajikan informasi-informasi produk kita salah satunya dengan memasukkan testimoni-testimoni dari pelanggan kita sehingga hal tersebut dapat menarik minat oranglain yang melihat status kita.

Selain memasang iklan secara gratis kita dapat melakukan promosi produk secara berbayar diantaranya dengan menggunakan Facebook Ads, Instagram Ads dan Google Ads.

Kamu pasti sering menemukan banyak iklan ketika berselancar di Facebook, Instagram dan juga ketika sedang mengunjungi beberapa website. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian banyak konsumen melalui media sosial tersebut.

Begitulah cara promosi yang telah dilakukan oleh banyak perusahaan namun untuk usaha menengah ke bawah pun dapat melakukan promosi seperti itu dan caranya mudah.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti Webinar gratis yang diadakan oleh ABDi (Akademi Bisnis Digital).

Kemudian melalui Webinar tersebut Mas Alvin Joner menjelaskan bagaimana cara menggunakan Facebook Ads untuk memasang iklan.

Cara menggunakan Facebook Ads yaitu dengan menentukan terlebih dahulu seperti apa sih target konsumen yang kita inginkan mulai dari tempat tinggalnya di daerah mana, usia, jenis kelamin, bahasa yang digunakan bahkan sampai komunitas yang berhubungan dengan produk yang akan kita iklankan. Wah bisa sangat spesifik ya?

Biaya Memasang iklan

Berapa sih biaya pasang iklannya? Jangan takut, biaya pasang iklan melalui Facebook Ads, Instagram Ads dan juga Google Ads terjangkau kok.

Menurut hasil pencarian yang saya peroleh, biaya pasang iklan bisa dimulai dari Rp. 10.000 per harinya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita misalnya kita ingin mengatur iklan kita disebarkan selama berapa hari maka nanti biaya akan menyesuaikan.

Mudah dan Terjangkaunya Media Sosial

Setelah mengetahui bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk memasang iklan sehingga nantinya bisa berdampak pada omset penjualan kita, mudah bukan?

Sekarang ini teknologi mengalami perkembangan yang cukup pesat dan dampak nyatanya bisa kita lihat langsung di sekitar. Mulai usia anak balita pun kini sudah terbiasa memegang ponsel sambil menonton video di Youtube.

Selain itu juga kita bisa lihat bahwa memang kebanyakan orang menghabiskan waktunya selama berjam-jam dalam sehari untuk berselancar ria di media sosial.

Maka dari itu kita bisa memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan juga tidak ada ruginya kita promosi di media sosial karena biaya terjangkau dan simple hanya dengan satu ketukan kita langsung bisa mempromosikan produk ke banyak orang.

“Tapi kan ribet harus ngisi-ngisi form di Facebook Ads segala! Enggak ngerti ah!”

Jangan dibawa ribet dulu, tinggal belajar aja. Jaman sekarang ilmu apapun bisa kita akses melalui internet, tinggal modal kuota.

Sekarang, pilih mau atau enggak untuk belajar supaya omset meningkat?

3 Alasan Utama Mengapa Media Sosial Dapat Meningkatkan Omset Penjualan

Nah, ini dia tiga alasan utama kenapa melalui media sosial bisa meningkatkan omset penjualan. Lanjut!

1. Informasi tentang Produk Cepat Menyebar

Photo by Canva Studio from Pexels (https://www.pexels.com/photo/woman-sharing-her-presentation-with-her-colleagues-3153198/)

Dengan cepat menyebarnya informasi mengenai produk yang kita jual maka semakin cepat pula orang-orang mengetahui keberadaan produk kita.

Hal tersebut tentunya sangat penting, mengapa? Karena kita ingin produk kita diketahui oleh banyak orang terlebih dahulu kan? Apalagi jika ternyata produk yang kita jual tergolong masih baru.

Di media sosial hal apapun bisa menyebar begitu saja dengan cepat apalagi kalau content nya menarik.

Content yang menarik akan membuat para pengguna di media sosial bisa dengan suka rela menyebarkannya begitu saja kepada teman-teman, keluarga serta pengguna media sosial lainnya di dunia maya.

Dengan begitu kita jadi memiliki banyak calon pembeli karena orang-orang yang telah melihat produk kita mungkin saja memang sedang membutuhkannya atau akan membelinya di kemudian hari.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Facebook di dalam DATAREPORTAL pada bulan Januari 2020 terdapat 130 juta orang Indonesia yang dapat dijangkau melalui periklanan dari Facebook.

Bayangkan jika kita bisa menjangkau sekitar 0,1% nya saja di Facebook itu untuk promosi, sudah mencapai ribuan orang kan?

2. Efektif dalam Menentukan Target Konsumen

Photo by Pixabay from Pexels (https://www.pexels.com/photo/facebook-application-icon-147413/)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa memasang iklan di media sosial bisa sangat spesifik dan tepat sasaran seperti melalui Facebook Ads.

Kita tinggal menentukan saja seperti apa target pasar yang kita inginkan sehingga kita tinggal mengaturnya supaya tepat sasaran.

Berdasarkan data jumlah pengguna media sosial yang tercantum dalam DATAREPORTAL bulan Januari 2020 terdapat 160 juta pengguna aktif media sosial. 160 juta pengguna aktif tersebut terdiri dari berbagai usia.

Wah, melihat angka tersebut berarti kesempatan kita supaya produk kita dilirik banyak orang melalui media sosial akan cukup besar.

Tinggal bagaimana cara kita mengelolanya saja karena banyak faktor yang mempengaruhi keefektifan dari iklan kita supaya memperoleh banyak konsumen.

Misalnya saja kita mau menentukan usia dan jenis kelamin untuk menjual sebuah produk kecantikan. Apakah kita akan mejualnya kepada lelaki berusia 50 tahun ke atas?

Tentu kita akan memilih mempromosikan produk kita kepada perempuan yang paling tidak berusia 18 sampai 30 tahun.

3. Memperluas dan Mengembangkan Target Pasar

Photo by Erik Scheel from Pexels (https://www.pexels.com/photo/apple-business-fruit-local-95425/)

Setelah melihat data-data yang ada dan mengetahui cara kerja dari media sosial, kita bisa tahu jika melakukan promosi melalui media sosial sebetulnya produk kita tidak hanya berpotensi diketahui dan dibeli oleh perempuan berusia 18 sampai 30 tahun saja.

Tapi, lelaki berusia 27 tahun pun bisa saja menjadi calon pembeli kita meskipun kita berjualan masker untuk membuat kulit wajah terlihat glowing. Kenapa?

Ya mungkin saja lelaki itu mau membelikan masker untuk pasangannya, saudara atau bahkan ibunya.

Maka, target pasar kita menjadi lebih luas tidak hanya sebatas perempuan saja sebetulnya.

Selain itu melalui media sosial kita bisa meminta feedback dari para pembeli sehingga kita akan memperoleh banyak masukan yang sangat berguna untuk berkembang supaya lebih baik, salah satunya dalam menentukan target pasar yang lebih sesuai sasaran.

Jadi, untuk kamu yang masih pemula atau sudah cukup lama terjun dalam dunia bisnis, yuk mulai mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam mencari serta mendapatkan banyak pembeli dan selain itu menjadikan media sosial digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Kalo merasa kesulitan atau masih baru di media sosial tinggal belajar aja.

Semua pasti bisa kalau mau belajar dan terus berusaha.

Apakah ada jaminan 100% omsetmu akan benar-benar meningkat?

Hasilnya biar Yang Di Atas yang menentukan.

Referensi Wabinar : Webinar Akademi Bisnis Digital (ABDi) (2 Juli 2020) bersama Alvin Joner.

Referensi Sumber Bahan Bacaan (Blog) : Digital Marketing School, ProgressTech, Blog Sribu, dan DATAREPORTAL.

Curahan Hati Kala Pandemi COVID-19

Oke, mulai darimana nih?

Aku buat blog ini tahun 2017, saat itu aku berniat untuk rajin nulis seengganya aku upload di setiap minggunya. Nyatanya setelah menuju 3 tahun, blognya terbengkalai. Hahaha.

So aku memulainya lagi aja ya dari awal.

Aku udah diem di rumah lebih dari 1 bulan dan sepertinya jalan bulan ke-2 ini. Pandemi ini mempengaruhi banyak hal sih. Ya terutama pekerjaan dan kuliah selain itu tentunya perasaan dan pikiran wkwkwk. Lagian siapa sih yang perasaan dan pikirannya ngga terpengaruh di masa pandemi ini? Mulai dari usia anak-anak sampai orangtua hidupnya kepengaruh banget sih karena adanya pandemi COVID-19 ini sih menurutku. Anak-anak sampai remaja sekolahnya terganggu, para dewasa remaja ada yang kehilangan pekerjaanya, orangtua mulai kelimpungan bayar tagihan-tagihan, dan masih banyak hal-hal lainnya yang bikin hati dan pikiran teraduk-aduk karena harus mikirin masalah-masalah yang mulai timbul.

Aku mau menyuarakan isi pikiranku melalui tulisan lewat blog ini. sekilas dulu deh ya.

Aku sebenernya udah mulai resah karena pandemi ini semenjak bulan Maret lalu. Resah untuk masalah di urusan pekerjaan sih utamanya. Kala itu sebetulnya berawal dari hal-hal sederhana, mulai dari pihak atasan yang tidak memfasilitasi seperti masker dan handsanitizer di kantor sebagai langkah awal untuk melindungi diri, mulai munculnya beberapa suspect di area daerah kantor-rumah (berdasarkan pikobar.jabarprov.go.id), tidak adanya bahasan mengenai langkah-langkah seperti apa untuk menghadapi pandemi ini, dsb.

Terus lama-kelamaan mulai ngerasa insecure sendiri karena pada saat itu memang udah muncul tuh korban-korban PHK. Akupun cemas sih atas posisiku bakal kaya apa sebagai karyawan swasta. Tapi ya saat itu juga pasrah mau gimana lagi. Di masa pandemi ini memang mayoritas bidang-bidang pekerjaan lainpun sama kan lagi down juga. Selain itu juga kuliahku yang semester akhir terganggu karena lagi nyusun rancang pabrik jugakan, sulit diskusi langsung sama partner. Jadi banyak yang dipikirin.

Aku juga merhatiin lingkungan sekitar, kok orang-orang kaya cuek aja gitu dan saat itu memang belum ada langkah pasti untuk masyarakat harus seperti apa. Kala itu aku cuma berpikir, “Virus corona ini nggabisa dianggap main-main, harus ada penanganan secepatnya. Kalo ngga ada setiap orang harus punya kesadaran sendiri.”. Oh ya, aku cukup ketakutan juga saat itu karena sempet sakit ngga enak badan gitu dan saat itu ketika ngerasa sakit dikit aku langsung ke dokter. Alhamdulillah sampai saat ini selalu dalam lindungan Allah.

Lalu kemudian boom, ibarat bom jumlah suspect di Indonesia meledak.

Marah

Kamu marah? Apapun alasanmu marah, kamu tetap temanku.

Kamu berjalan dan mendatangiku, kau tarik aku dan memohon aku untuk membantumu. Aku bertanya padamu apa masalahnya, aku ingin kau tenang lebih dulu. Lalu kau memohon-mohon lagi untuk ditolong, yang penting kau tertolong, tidak perlu oranglain tau apa masalahnya.

Aku membujukmu, memintamu untuk menjelaskan apa masalahnya. Ekspresimu berubah, kau hanya ingin dotolong, kau bilang kalo ingin menolong ya tolong saja, tak usah tau apa masalahnya. Kau tau kenapa aku minta supaya kau menjelaskan semuanya?

Kau sahabatku, kita kenal bukan hitungan minggu atau bulanan. Aku perlu memahami apa yg sebenarnya kau rasakan bukan hanya asal meberi pertolongan. Lalu kau malah pergi sambil menahan kesal.

Ku datangi kamu di tempatmu, kuucapkan kaya maaf dan kuberi kau penjelasan mengapa aku butuh tau apa yg kau alami. Tapi kau tetap menunjukkan kekecewaanmu sambil berkata “sebelum kau meminta maaf aku sudah memaafkanmu”.

Kau bilang kau butuh teman yg baik, yg cukup memahami dan tau apa yg kau inginkan. Apa sikapmu itu adalah caramu menyeleksi orang-orang siapa saja yg selayaknya pantas jadi teman baikmu sesuai kriteriamu?

Ku coba untuk meluluhkanmu. Tapi, pada akhirnya kau menutup percakapan dan kau pergi. Hanya seutas senyum kulemparkan kepadamu untuk mengiri kau pergi. Hanya sampai sinikah persahabatan kita? Hanya karena persoalan yg seharusnya tidak dipermasalahkankah semua bisa berakhir?

Apa Passion mu?

Sesaat, sesaat tadi aku kepikiran sebenernya passionku tuh apa yaa? Kalo nginget-nginget ke belakang dari kecil aku suka banget gambar dan ngarang cerita. Seiring berjalannya waktu, SD kelas berapa ya? Kelas 3 mungkin ya udah mulai ilang tuh kesukaan buat ngarang cerita. Aku dulu suka ngarang cerita karena dari kecil udah lumayan suka baca buku. Terus semakin gede pas beranjak SMP/SMA gitu mulai pudar doyan gambarnya. 

Nah, barusan aku baca buku, buku itu bilang kita dari kecil kita cuma dibiasain ngerjain tugas-tugas yang diperintahin aja jadi gaada kesempatan buat cari tau sebenernya yang kita pengenin tuh apa sih. Kalo dikaitin sama passion, passion itu kan suatu hal yang kalo kita lakuin bikin kita bahagia dan ikhlas aja selama ngerjain, terus kalo selama ini kita sibuk ngerjain tugas sekolah ya kapan kita bisa bener bener ada waktu untuk merasakan hal apa yang sebenernya bikin kita seneng.

Dulu aku seneng banget tuh ngegambar sama nulis tapi sekarang udah pudar sepertinya. Mungkin pidar itu karena lama kelamaan semua yang aku suka dulu itu kelelep sama kebiasaan aku di sekolah. Yang harus ngerjain tugas/PR, nyiapin buat ulangan, ada kegiatan di luar kelas juga. Kadang pengen banget rasanya balik lagi kaya dulu untuk bikin suatu karya ya walaupun mungkin, gambar aku atau tulisan tulisan aku tuh ga sebagus para seniman atau penulis profesional di luaran sana, tapi sampe sekarang di benak aku masih tertarik untuk hal hal itu. Tapi karena udah gapernah di asah, sekarang semuanya kalo mai dilakuin kok malah mentok kaya gapunya ide dan inspirasi. 

Makanya, sekarang di sela sela waktu pengen deh nyempeti nyempetin bikin sesuatu untuk refreshing aja sih. Mungkin gambar atau nulis nulis ga jelas. Karena dengan cara itu aku pikir bisa menuangkan dan mengekspresikan yang aku pikir atau rasain yang sulit untuk disampein atau malah bisa disampein tapi belom tentu oranglain terima. 

Blog ini juga dibikinnya sebenernya iseng sih sebenernya. Mungkin isinya juga bakal random karena belom kepikiran sih konsep. Lagian daripada pusing mikirin konsep, lebih baik tulis ya tulis aja. Itu juga kata kata dari penulis yang udah banyak karyanya. Karena kalo dibiasain aja kita nulis mungkin nanti bakal nemu idenya sendiri. Mungkin aja bakal nemu suatu ide tulisan yang berfaedah atau ketemu ide cerita. I hope 🙂 

Awe-Inspiring Me & Rentang Kisah

Salah satu cara buat ngilangin kebosenan di saat waktu lowong (baca : nunggu panggilan kerja) kaya yang lagi aku rasain sekarang itu ya dengan baca buku. Waktu lebih produktif dan otak juga jadi keisi dengan informasi-informasi baru. Nah, di posting-an aku yang sekarang ini ada 2 buku yang udah aku baca yang menurut aku sih buku ini cukup menginspirasi dan memotivasi dengan rangkain-rangkaian cerita di dalemnya.

Bahas sekilas deh ya tentang kedua buku ini. Buku yang pertama judulnya Awe-Inspiring Me. Buku ini ditulis oleh Dewi Nur Aisyah. Buku ini bahas tentang bagaimana sih menjadi seorang muslimah yang “waw”? Muslimah “waw” yang dimaksud di buku ini tuh adalah muslimah yang inspiratif dengan segala pencapaiannya, entah itu dalam prestasi akademis maupun non akademis. Kalo dari yang aku dapet dari buku ini tuh untuk mencapai sesuatu kita perlu menuliskan cita-cita kita dan jangan lupa banyak berdoa dan ikhtiar sama Allah supaya cita-cita kita ini tercapai. Di buku ini, penulis tuh nyeritain pengalaman nya juga tentang pencapaiannya selama ini dan gimana sih cara nya dia untuk bisa mencapai itu semua selama ini. Selain itu juga penulis banyak menyelipkan nilai nilai islam di dalam buku ini.

Buku kedua judulnya Rentang Kisah. Penulis buku ini namanya Gita Savitri Devi. Gita Savitri Devi ini sejauh yang aku tau tuh dia seorang blogger, selebgram, dan youtuber. Kalo liat dari vlog-vlog di youtube nya, dia orangnya inspiratif dengan berbagai cerita dan opininya selama kuliah di Jerman. Di buku Rentang Kisah ini dia berbagi cerita tentang pengalaman-pengalaman nya mulai dari masih di bangku SMA sampe sekarang kenapa dia jadi punya pola pikir yang lebih terbuka. Nah, kalo yang aku dapet nih dari bukunya dia tuh kita perlu banyak bersyukur atas apa yang kita punya saat ini karena semua itu Allah yang kasih. Dengan kita banyak bersyukur sama Allah atas apa yang kita milikin sekarang kita akan ngerasa bahagia dan gak perlu iri sama apa yang oranglain punya atau dapetin karena setiap orang itu udah ditentuin jalannya masing-masing sama Allah.

Begitu deh sekilas tentang kedua buku yang udah aku baca dan sebenernya kedua buku ini ngangkat nilai-nilai islam. Dari kedua buku ini aku suka keduanya karena setiap buku ini sebenernya sama-sama menginspirasi tapi ngasih pesan yang beda 🙂20170930_104915[1]

Togaaa

Hai, hai, hai… This is my first post 🙂

Post pertama ini aku mau cerita nih kalo kemarin aku udah ambil toga wkwk. Sebenernya gaada yg spesial sih dari momen pengambilan toga ini. Hahaha. Cuma seneng aja akhirnya saya wisuda tahun ini bulan Oktober tanggal 14. Cieeee…

Setelah menempuh berbagai rangkaian untuk memenuhi syarat kelulusan di semester akhir akhirnya aku dinyatakan lulus di sidang Yudisium 1 tanggal 18 Agustus lalu. Yup, status mahasiswa POLBAN (Politeknik Negeri Bandung, bukan Polisi Bandung). Hmm tujuan kuliah emang untuk lulus doang? Kalo menurut aku ini salah satu gerbang buat menggapai cita-cita atau mimpi (oke, sok bijak, skip).

Mau cerita sekilas deh ya apa aja yang dihadapin di semester akhir sebagai mahasiswa D3 Teknik Kimia POLBAN. Jadi, di semester akhir berdasarkan pengalaman aku kita tuh ada KP (Kerja Praktik), TA (Tugas Akhir), dan ada 2 mata kuliah yang perlu dipelajari di semester ini yaitu Ekonomi Teknik sama Wirausaha.

Buat Kerja Praktik sendiri atau biasa disingkat KP, itutuh kegiatan yang ngewajibin setiap mahasiswa D3 Teknik Kimia untuk Kerja Praktik di suatu industri kimia. Waktunya sendiri selama 1 bulan. Tapi kalo ngerjain TA/Tugas Akhir atau penelitiannya mau di industri tempak kita KP bisa aja dan waktunya bisa diperpanjang jadi 2 bulan. Setelah KP nanti kita wajib bikin laporan KP dan presentasiin hasil KP nya.

Terus kalo buat TA kita wajib ngelakuin penelitian boleh penelitian yang dikerjain di kampus atau di industri. Nah, yang perlu disiapin buat TA ini ada 2, Proposal TA dan Laporan TA. Proposal TA wajib diajuin ke jurusan supaya bisa ikut seminar proposal  TA dan TA kita di acc dan bisa dimulai. Kalo TA nya udah beres kita harus bikin Laporan TA terus ikut sidang akhir.

Di semester akhir ini juga masih ada kuliah, 2 mata kuliah ajaaa (aja? hmm). Ada mata kuliah Ekonomi Teknik dan Wirausaha. Buat Ekonomi Teknik intinya sih kita belajar memilih buat ngitung ngitung biaya yang dikeluarkan untuk membeli atau perawatan peralatan di industri dengan mempertimbangkan beberapa aspek salah satunya usia alat (lamanya alat itu bisa dipake). Kalo buat Wirausaha kita belajar cara-cara untuk mengelola suatu usaha atau bikin usaha. Mata kuliah Wiarusaha ini ada 3 project, projectnya itu ada jualan suatu produk, wawancara seorang pengusaha/entreprneur dan bikin business plan. Buat menghadapi project project wirausaha ini kita secara berkelompok.

Begitu deh sekilas perjalanan di semester akhir yang harus dilalui supaya bisa lulus dari POLBAN. Tapi perjuangan di bangku kuliah bukan di semester akhir aja, yaa dari semester 1, 2, 3, 4 sama 5 juga….

PicsArt_09-21-06.32.50